Mimpi Buruk Luka: Mengapa Clippers Masih Menguasai Mavericks
Dengar, semua orang membicarakan Dallas Mavericks, dan itu wajar. Kyrie Irving terlihat seperti telah menemukan rumah yang nyata di samping Luka Dončić. Performa mereka di akhir musim sangat mengesankan, finis 50-32 dan meraih unggulan kelima. Tapi inilah kenyataan pahitnya: semua itu tidak mengubah fakta bahwa Los Angeles Clippers, dengan segala drama dan masalah cedera mereka, masih mengungguli Dallas. Dan sejarah playoff antara kedua tim ini bukan hanya sejarah; itu adalah cetak biru.
Ingat tahun 2020? Kawhi Leonard dan Paul George memimpin Clippers melewati Mavs dalam enam pertandingan. Luka mencetak 42 poin, 9 assist, dan 8 rebound di Game 1, sebuah pratinjau kejeniusan individunya, tetapi itu tidak cukup. Lalu datang tahun 2021. Tujuh pertandingan yang melelahkan, dan lagi-lagi, Clippers menang. Leonard rata-rata mencetak 32,1 poin, 7,9 rebound, dan 4,6 assist dalam seri itu. Dončić mencetak angka-angka monster, tentu saja – 35,7 poin, 10,3 assist, 7,9 rebound – tetapi hasil akhirnya tetap sama. Itu adalah dua kali tersingkir dari playoff di tangan lawan yang sama. Itu bukan kebetulan; itu adalah pola.
Analisis Utama
**Masalah Kawhi-PG untuk Dallas**
Masalahnya, Clippers memiliki dua superstar dua arah sejati dalam diri Leonard dan George, pemain yang bisa bertahan di satu sisi dan mencetak 25 poin di sisi lain. George, meskipun dianggap memiliki masalah playoff oleh beberapa orang, rata-rata mencetak 22,6 poin, 6,8 rebound, dan 5,2 assist musim lalu. Leonard, ketika sehat, adalah pemain lima besar di liga ini, titik. Dia bermain 68 pertandingan pada 2023-24, yang terbanyak sejak 2016-17. Dan ketika dia di lapangan, dia mengubah tim itu. Dallas tidak memiliki personel pertahanan untuk secara konsisten menangani keduanya, terutama ketika mereka sedang dalam performa terbaik. P.J. Washington dan Daniel Gafford telah menjadi tambahan yang baik, memberikan Mavs ukuran dan perlindungan rim yang sangat dibutuhkan, tetapi mereka tidak akan menghentikan Hall of Famer masa depan.
Dan kemudian ada James Harden. Dia bukan Harden MVP yang dulu, tetapi dia adalah fasilitator ulung dan masih bisa mencetak banyak poin. Dia memimpin liga dalam assist pada 2022-23 dengan 10,7 per game. Kimianya dengan Leonard dan George telah berkembang sepanjang musim, meskipun butuh waktu untuk klik. Clippers menyelesaikan musim 51-31, hanya satu pertandingan lebih baik dari Dallas, tetapi mereka melakukannya dengan daftar pemain yang terasa seperti terus-menerus menyesuaikan diri. Ada saat-saat di mana mereka terlihat seperti tim terbaik di Wilayah Barat. Ketika semuanya berjalan lancar untuk Clippers, ketika Leonard menembak dari siku dan George melakukan drive keras ke ring, mereka adalah lawan yang menakutkan bagi tim mana pun, apalagi tim yang sudah mereka kalahkan dua kali di playoff.
Analisis Taktis
Ini adalah pandangan kontroversial saya: Terlepas dari semua hype di sekitar Luka dan Kyrie, Mavericks masih memiliki kelemahan fatal: pertahanan perimeter mereka di luar kedua pemain itu. Mereka bisa mencetak poin dengan siapa pun, tetapi mereka kesulitan untuk mendapatkan penghentian yang konsisten melawan tim ofensif yang benar-benar elit. Clippers adalah tim ofensif elit dengan dua pemain yang bisa mengambil alih permainan. Jalan Dallas menuju Final Wilayah Barat melewati tim yang telah membuktikan bahwa mereka bisa menghentikan mereka.
Saya akan mengatakannya sekarang: Clippers akan mengirim Mavericks pulang dalam enam pertandingan. Lagi.