Dominasi Duren Menawarkan Secercah Harapan di Tengah Absennya Cade
Dengar, ketika Anda mendengar "Pistons" dan "kemenangan" dalam satu kalimat musim ini, Anda biasanya berasumsi itu salah ketik. Tapi Kamis malam melawan Wizards, sesuatu benar-benar terjadi. Tanpa Cade Cunningham setidaknya selama dua minggu, dan alih-alih menyerah, Detroit meraih kemenangan 117-95, tidak pernah tertinggal sekali pun. Itu bukan hanya kemenangan; itu adalah pernyataan, bahkan jika itu melawan tim Washington yang jelas masih mencari jati diri.
Kisah besar? Jalen Duren. Center tahun kedua itu benar-benar menguasai, mencetak 24 poin dan meraih 11 rebound. Dia menembak 10-untuk-14 dari lapangan, terlihat seperti kekuatan interior dominan yang diharapkan Detroit. Pikirkan: seorang pemain yang rata-rata 9,5 poin dan 8,9 rebound tahun lalu tiba-tiba terlihat siap untuk melompat. Dia tidak hanya mencetak gol; dia membersihkan papan, berjuang untuk posisi, dan membuat kehadirannya terasa di kedua ujung lapangan. Ini bukan hanya tentang satu pertandingan bagus; ini tentang menunjukkan bahwa dia bisa menjadi *orang itu*.
Analisis Utama
**Di Luar Duren: Menemukan Serangan Tanpa Cade**
Masalahnya, bukan hanya Duren yang memikul beban. Marvin Bagley III, yang selalu menunjukkan kilasan tetapi tidak pernah konsisten, menyumbangkan 20 poin dan 10 rebound dari bangku cadangan. Itu adalah dorongan besar, terutama ketika playmaker utama Anda absen. Killian Hayes, mengambil peran yang lebih besar dengan absennya Cunningham, memberikan 11 assist. Dia tidak akan pernah menjadi pencetak gol yang dinamis, tetapi jika dia bisa menjalankan serangan secara efisien dan menciptakan peluang untuk orang lain, itu adalah perkembangan yang positif. Isaiah Stewart juga menambahkan 16 poin, mencetak beberapa tembakan tiga angka dan menunjukkan bahwa dia lebih dari sekadar pemain keras di bawah ring.
Jujur saja: Pistons telah menjadi kekacauan ofensif untuk sebagian besar musim ini. Mereka berada di posisi terbawah liga dalam rating ofensif (106,8) dan mereka menembak 30,6% yang menyedihkan dari jarak tiga poin. Kehilangan pencetak gol terbaik mereka, Cunningham, yang rata-rata 22,8 poin dan 7,3 assist sebelum cederanya, seharusnya membuat mereka terpuruk. Sebaliknya, mereka berbagi bola, memiliki lima pemain dengan dua digit poin, dan menembak 51,6% dari lapangan sebagai tim. Mungkin, hanya mungkin, dengan absennya Cade, para pemain lain merasa kurang tertekan untuk mengalah dan lebih cenderung untuk menyerang. Ini adalah psikologi yang aneh, tetapi itu terjadi.
Rincian Taktis
Ini bukan untuk mengatakan Pistons tiba-tiba akan lolos ke playoff. Mereka masih 3-36 di tahun ini, yang secara historis buruk. Dan Wizards adalah, yah, Wizards. Tetapi melihat Duren menegaskan dirinya, melihat Bagley menyumbangkan menit-menit yang berarti, dan melihat Hayes memfasilitasi tanpa terus-menerus melakukan turnover (hanya 2 turnover untuk Hayes melawan Washington) memberi Anda sesuatu untuk dipegang. Ini menunjukkan bahwa ada bagian-bagian di sini yang *bisa* bermain.
Ini adalah prediksi saya: penampilan Duren melawan Wizards bukanlah kebetulan. Saya pikir dia menggunakan periode absennya Cade ini untuk menetapkan dirinya sebagai pemain 15-dan-10 yang sah ke depan. Dia memiliki alat fisik, dan sekarang dia mendapatkan kesempatan. Saya memprediksi Duren rata-rata setidaknya 14 poin dan 10 rebound selama sisa musim ini, terlepas dari kapan Cunningham kembali.